4 Fakta Si Kembar Dari Magelang di Timnas U16 - Kabar Seputar Magelang - KabarMGL

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, August 2, 2018

4 Fakta Si Kembar Dari Magelang di Timnas U16



MAGELANG, Kabarmgl.com - Saat ini Timnas Indonesia U-16 mempunyai dua punggawa Garuda Muda merupakan pemain kembar yang berasal dari kota Magelang, Amiruddin Bagas Kaffa dan Amiruddin Bagus Kahfi. Mereka sempat menjadi bagian Timnas Indonesia U-13 yang menjuarai International Invitational Youth Football Tournament Pinas Cup 2015 di Filipina, Oktober 2015 lalu.



1. Menjuarai turnamen internasional di Filipina

Kedua remaja asal Magelang ini memperkuat Timnas Indonesia U-13 pada 2015 silam. Bersama pemain lainnya, Si Kembar berhasil mempersembahkan gelar untuk Indonesia. Mereka menyisihkan 9 negara peserta Pinas Cup 2015 di Filipina. Pada laga final, Indonesia berhasil menang 2-0 atas tuan rumah, Pagaza FC. Sepulangnya dari Filipina, Bagas dan Bagus langsung disambut oleh warga desa Pancuranmas, Magelang.

2. Keduanya berperan dalam gol ke 8 melawan Filipina

Pertandingan Piala AFF U-16 2018 melawan Filipina di laga pembuka grup A, menyajikan cerita tersendiri bagi si kembar ini. Salah satu gol Timnas Garuda Muda berawal dari penetrasi yang dilakukan Bagas di sisi kanan menuju pertahanan Filipina. Umpan yang dilepaskan Bagas pun berhasil dikonversi menjadi gol oleh sang kembarannya, Bagus.


3. Berada di posisi yang berbeda

Pada awalnya, Bagas dan Bagus bermain sebagai penyerang. Namun karena pertimbangan dan keputusan Fachry Husaini, selaku pelatih Timnas U-16, Bagas dipasang di posisi bek sayap sedangkan Bagus tetap sebagai ujung tombak Timnas U-16. Posisi yang jauh berbeda ini tak merubah kerja sama Bagas dan Bagus. Kerja sama kedua kakak-beradik ini sudah terlihat sejak membela Timnas Indonesia U-13.

4. Sempat tidak mendapat sekolah

Bagus dan Bagas sempat tidak mendapat sekolah untuk melanjutkan pendidikan. Mereka berdua ingin bersekolah di SMAN 5 Magelang, namun terhalang karena sedang memperkuat Timnas U-16 di Thailand pada 2017 silam. Keduanya baru bisa mendaftar sepulangnya dari Thailand. Sayangnya saat itu, penerimaan murid baru sudah ditutup sehingga mereka harus mengurungkan niat untuk masuk sekolah impiannya tersebut sambil menunggu instruksi dari Balai Pengendalian Pengawasan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah IV yang nantinya diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.


Sumber: Tribunjogja, Kumparan, Bola, Goal

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad